Kamis, 07 November 2013

Mesran.net dan Mesran.blogspot.com


Mesran.blogspot.com tempat berbagi ilmu pemograman

Kalau di artikel sebelumnya terdapat Mesran.net.
Nah, sekarang ada lagi yang namanyaMesran.blogspot.com .
Ini tuh merupakan adek kandung si Mesran.net hahaha.
Sama aja sih dua-duanya,sama-sama tempat berbagi ilmu pemograman.
Bedanya kalau tugas-tugas kuliahmahasiwa/i STMIK Budidarma Medan
khususnya matakuliah yang dibimbing oleh Pak Mesran ya letaknya di Mesran.blogspot.com .
Sedangkan kalau Quiz, letaknya di Mesran.net.
Disini terdapat Silabus PerkuliahanModul Perkuliahan, bahkan sampai E-book juga bisa didownload.
Apa ga keren tuh pemirsa.
Contoh-contoh program lainnya juga ada seperti : Visual Basic 6VB NetVisual C#,
PascalC/C++PHP
Singgah-singgah aja bentar coba ke Mesran.blogspot.com
karena anda akan banyak dapat melihat dan mempelajari tentang bahasa pemrograman.

Pengertian Komunikasi Data


Komunikasi berasal dari bahasa Inggris ‘Communication’, secara etimologis berasal dari bahasa Latin ‘Commicatus’, dan perkataan ini bersumber dari kata ‘Communis’ yang memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi miliki bersama’. Komunikasi berarti suatu proses membangun saling pengertian dengan menciptakan dan menggunakan informasi agar tehubung satu sama lain.
Data berasal dari kata ‘datum’ yang berarti materi atau kumpulan fakta yang dipakai untuk keperluan suatu analisa. Data merupakan sesuatu yang masih belum mempunyai arti bagi penerimanya dan memerlukan suatu pengolahan untuk menjadi informasi (informasi adalah sesuatu yang bisa dimengerti manusia dan bernilai pengetahuan). Data bisa berwujud suatu kedaan, gambar, huruf, angka, bahasa, simbol matematika dan simbol lainnya yang bisa digunakan sebagai bahan untuk melihat lingkungan, obyek, kejadian ataupun suatu konsep.
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan data secara elektronik dari dua atau lebih alat yang terhubung kedalam sebuah jaringan (network) melalui suatu media

Perkembangan Komunikasi Data

Sebelum berkembangnya teknologi komunikasi data dan adanya jaringan komputer (computer network), banyak perusahaan mengalami keadaan seperti yang digambarkan sebagai berikut:
Suatu perusahaan umumnya terdiri atas berbagai bagian yang masing-masing menjalankan fungsinya. Perkembangan perusahaan akan memberikan tuntutan bagi suatu bagian untuk melakukan komputerisasi operasinya. Tiap bagian akan mengembangkan sistemnya sesuai dengan keperluannya sehingga perusahaan tersebut akan mempunyai berbagai sistem yang satu dengan yang lainnya tidak kompatibel dan hanya efisien untuk bagian tersebut. Untuk menghemat biaya, waktu dan tenaga, digunakanlah sistem yang dipusatkan sehingga masing-masing bagian hanya menyiapkan datanya sedangkan pengolahannya dipusatkan dan dilakukan oleh komputer yang berkekuatan besar (mainframe). Pengolahan kebanyakan dilakukan secara sistem batch (Batch Processing system). Sistem terpusat seperti ini mengumpulkan dan mempersiapkan data yang hendak diolah agar dapat diterima oleh komputer pusat pengolah data, sehingga memerlukan selang beberapa waktu untuk memperoleh hasilnya. Kadang-kadang data yang diperlukan dan telah dipersiapkan tersebut dibawa dengan alat transportasi ke komputer pengolah data. Oleh komputer data tersebut akan diolah sesuai dengan aturan yang berlaku. Hasil pengolahan kemudian dikeluarkan dalam bentuk yang dapat dipergunakan oleh pemakai, misalnya berbentuk cetakan kertas (print-out), ataupun bentuk lain.

Model Komunikasi Data

Ada 3 macam model komunikasi data dilihat berdasarkan tipe channel transmisi, yakni tipe transmisi satu arah (Simplex atau one way transmission), transmisi dua arah bergantian (Half Duplexatau either way transmission), atau transmisi dua arah serentak (Full Duplex atau both way transmission).
1.       Simplex atau One Way Transmission
Tipe channel transmisi ini hanya dapat membawa informasi data dalam bentuk satu arah saja, tidak bolak-balik. Misalnya siaran radio atau televisi, yaitu signal yang dikirimkan dari stasiun pemancar hanya dapat diterima oleh pesawat penangkap siaran, tetapi pesawat penangkap siaran tidak dapat mengirimkan infomasi balik ke stasiun pemancar. Pengiriman data dari satu komputer ke komputer lain yang searah (komputer yang satu mengirim kekomputer lainnya sebagai penerima) merupakan contoh dari one way transmission.
2.       Half Duplex atau Either Way Transmission
Half Duplex atau Either Way Transmission biasa disingkat HDX, dalam tipe channel transmisi ini informasi data dapat dikirim dan diterima namun tidak secara serentak (bergantian). Artinya bila satu mengirimkan maka yang lainnya menerima dan sebaliknya. Radio CB Walkie-talkie merupakan contoh dari two-way transmission, dengan radio CB Walkie-talkie kita dapat berbicara atau mendengarkan namun secara bergantian.
3.       Full Duplex atau Both Way Transmission
Full Duplex atau Both Way Transmission biasa disingkat FDX merupakan channel transmisi dimana informasi data dapat mengalir dalam dua arah serentak atau dapat mengirim dan menerima data dalam waktu yang bersamaan. Komunikasi lewat telepon merupakan contoh dari tipe channeltransmisi ini. Dengan telepon kita bisa berbicara sekaligus mendengarkan apa yang sedang diucapkan oleh lawan bicara.
Model komunikasi data berdasarkan jalur transmisinya terdiri dari unicast, multicast, dan broadcast.
1.       Unicast
Unicast merupakan kontak data informasi pada suatu alat dengan alat yang lain, sedangkan ketika kontak tersebut terjadi, alat tersebut tidak dapat melakukan kontak dengan alat lainnya diluar kontak yang terjadi. Contoh apabila dua telepon saling terhubung, telepon yang lain tidak dapat menghubungi salah satu dari kedua telepon yang sedang terhubung itu.
2.       Multicast
Berbeda dengan Unicast, dalam multicast ketika proses kontak terjadi, masing-masing alat tetap dapat terhubung dengan alat lainnya. Contohnya adalah server yang digunakan untuk mengakses Internet. Server mampu melayani beberapa komputer yang terhubung dengan media transmisi, dan dalam proses ini masing-masing komputer mampu melakukan proses balik dengan server tersebut.
3.       Broadcast
Dalam proses ini alat yang menerima data informasi tidak dapat memberikan respon balik terhadap alat pengirim data informasi. Akan tetapi pengirim dapat mengirim kelebih dari satu alat sekaligus. Contohnya pemancar radio dan pemancar televisi.
Berdasarkan konfigurasi jalur transmisi data, model komunikasi data terbagi menjadi point to pointdan point to multipoint:
1.       Point to Point
Dalam konfigurasi ini media atau peralatan saling terhubung antara satu peralatan dengan peralatan lain tanpa terbagi. Konfigurasi ini biasanya digunakan pada beberapa peralatan komputer seperti printer yang terhubung langsung dengan komputer.
2.       Point to Multipoint
Dimana suatu alat atau media dapat terhubung dengan beberapa alat lainnya. Proses transmisi data yang menggunakan konfigurasi ini misalnya penyiaran radio yang mana sebuah pemancar dapat diakses atau terhubung dengan beberapa radio sekaligus.
Berdasarkan mode transmisi data, komunikasi data dapat berbentuk mode transmisi paralel (parallel transmission) dan mode transmisi seri (serial transmission).


Matematika Diskrit


Induksi Matematika adalah cara standar dalam membuktikan bahwa sebuah pernyataan tertentu berlaku untuk setiap bilangan asli. Pembuktian dengan cara ini terdiri dari dua langkah, yaitu:
Menunjukkan bahwa pernyataan itu berlaku untuk bilangan 1.
Menunjukkan bahwa jika pernyataan itu berlaku untuk bilangan n, maka pernyataan itu juga berlaku untuk bilangan n + 1.
Prinsip Induksi Sederhana
Secara formal Induksi Matematika ini bisa didefinisikan sebagai berikut.
Misalkan untuk setiap bilangan asli n kita mempunyai pernyataan P(n) yang bisa benar atau salah. Misalkan
P(1) benar.
Jika P(n) benar, maka P(n + 1) benar.
Sehingga P(n) benar untuk setiap bilangan asli n.
Langkah 1 disebut dengan Langkah Dasar, sedangkan Langkah 2 disebut dengan Langkah Induktif.
Contoh 1
Gunakan induksi matematika untuk membuktikan bahwa jumlah n buah bilangan ganjil positif pertama adalah n2.
Penyelesaian:
1.  Basis induksi: Untuk n = 1, jumlah satu buah bilangan ganjil positif pertama adalah 12 = 1. Ini benar karena jumlah satu buah bilangan ganjil positif pertama adalah 1.
Langkah induksi: Andaikan p(n) benar, yaitu pernyataan
1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) = n2
adalah benar (hipotesis induksi) [catatlah bahwa bilangan ganjil positif ke-n adalah (2n – 1)]. Kita harus memperlihatkan bahwa p(n +1) juga benar, yaitu
1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) + (2n + 1) = (n + 1)2
juga benar. Hal ini dapat kita tunjukkan sebagai berikut:
1 + 3 + 5 + … + (2n – 1) + (2n + 1) = [1 + 3 + 5 + … + (2n – 1)] + (2n + 1)
= n2 + (2n + 1)
= n2 + 2n + 1
= (n + 1)2
Karena langkah basis dan langkah induksi keduanya telah diperlihatkan benar, maka jumlah n buah bilangan ganjil positif pertama adalah n2.
Gunakan induksi matematika untuk membuktikan bahwa 5n – 1 dapat dibagi 4 untuk setiap n = 1, 2, …
1.Akan ditunjukkan bahwa 5n – 1 habis dibagi 4 untuk n = 1. Jelas sekali bahwa 51 – 1 = 5 – 1 = 4 habis dibagi 4.
2.Asumsikan bahwa 5n -1 habis dibagi 4 untuk n = k, yaitu 5k -1 habis dibagi 4. Akan ditunjukkan bahwa 5n – 1 juga habis dibagi 4 untuk n = k + 1, yaitu 5k+1 – 1 habis dibagi 4.
5k+1 -1   = 5.5k – 1
= (1 + 4).5k – 1
= 5k + 4.5k – 1
= (5k – 1) + 4.5k
Berdasarkan asumsi, 5k – 1 habis dibagi 4. Sedangkan 4.5k juga habis dibagi 4. Dengan demikian 5k+1 – 1 habis dibagi 4. Karena Langkah Dasar dan Langkah Induktif terbukti, maka dapat disimpulkan bahwa 5n – 1 dapat dibagi 4 untuk setiap n = 1, 2, …
Prinsip Induksi yang Dirampatkan
Misalkan p(n) adalah pernyataan perihal bilangan bulat dan kita ingin membuktikan bahwa p(n) benar untuk semua bilangan bulat  n ³ n0. Untuk membuktikan ini, kita hanya perlu menunjukkan bahwa:
p(n0) benar, dan
untuk semua bilangan bulat  n ³ n0, jika p(n) benar maka p(n+1) juga benar.
Contoh 3
Untuk semua bilangan bulat tidak-negatif n, buktikan dengan induksi matematik bahwa 20 + 21 + 22 + … + 2n = 2n+1 – 1
Penyelesaian:
(i) Basis induksi. Untuk n = 0 (bilangan bulat tidak negatif pertama), kita peroleh:
20 = 20+1 – 1
Ini jelas benar, sebab   20 = 1   = 20+1 – 1
= 21 – 1
= 2 – 1
= 1
ii) Langkah induksi. Andaikan bahwa untuk semua bilangan bulat tidak-negatif  n,
20 + 21 + 22 + … + 2n = 2n+1 – 1
adalah benar (hipotesis induksi). Kita harus menunjukkan bahwa
20 + 21 + 22 + … + 2n + 2n+1 = 2(n+1) + 1 – 1
juga benar. Ini kita tunjukkan sebagai berikut:
20 + 21 + 22 + … + 2n + 2n+1 = (20 + 21 + 22 + … + 2n) + 2n+1
= (2n+1 – 1) + 2n+1 (dari hipotesis induksi)
= (2n+1 + 2n+1) – 1
= (2 . 2n+1) – 1
= 2n+2 – 1
= 2(n+1) + 1 – 1
Karena langkah (i) dan (ii) keduanya telah diperlihatkan benar, maka untuk semua bilangan bulat tidak-negatif n, terbukti bahwa 20 + 21 + 22 + … + 2n = 2n+1 – 1
Induksi Kuat (Prinsip kedua dari induksi matematika)
Terdapat bentuk lain dari induksi matematika yang sering dipergunakan dalam bukti. Teknik ini dinamakan Induksi Kuat atau Prinsip kedua dari induksi matematika
Misalkan p(n) adalah pernyataan perihal bilangan bulat dan kita ingin membuktikan bahwa p(n) benar untuk semua bilangan bulat  n ³ n0. Untuk membuktikan ini, kita hanya perlu menunjukkan bahwa:
1. p(n0) benar, dan
2. jika p(n0 ), p(n0+1), …, p(n) benar maka p(n+1) juga benar untuk semua bilangan bulat  n ³ n0,.
Contoh 4
Bilangan bulat positif disebut prima jika dan hanya jika bilangan bulat tersebut habis dibagi dengan 1 dan dirinya sendiri. Kita ingin membuktikan bahwa setiap bilangan bulat positif n (n ³ 2) dapat dinyatakan sebagai perkalian dari (satu atau lebih) bilangan prima. Buktikan dengan prinsip induksi kuat.
Penyelesaian:
(i)Basis induksi. Jika n = 2, maka 2 sendiri adalah bilangan prima dan di sini 2 dapat dinyatakan sebagai perkalian dari satu buah bilangan prima, yaitu dirinya sendiri.
(ii)Langkah induksi. Misalkan pernyataan bahwa bilangan 2, 3, …, n dapat dinyatakan sebagai perkalian (satu atau lebih) bilangan prima adalah benar (hipotesis induksi). Kita perlu menunjukkan bahwa n + 1 juga dapat dinyatakan sebagai perkalian bilangan prima. Ada dua kemungkinan nilai n + 1:
Jika n + 1 sendiri bilangan prima, maka jelas ia dapat dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih bilangan prima.
Jika n + 1 bukan bilangan prima, maka terdapat bilangan bulat positif a yang membagi habis n + 1 tanpa sisa. Dengan kata lain,
(n + 1)/ a = b   atau (n + 1) = ab
yang dalam hal ini, 2 £ a £ b £ n. Menurut hipotesis induksi, a dan b dapat dinyatakan sebagai perkalian satu atau lebih bilangan prima. Ini berarti, n + 1 jelas dapat dinyatakan sebagai perkalian bilangan prima, karena n + 1 = ab.
Karena langkah (i) dan (ii) sudah ditunjukkan benar, maka terbukti bahwa setiap bilangan bulat positif n (n ³ 2) dapat dinyatakan sebagai perkalian dari (satu atau lebih) bilangan prima.
Soal:
1.       Buktikan 1 + 2 + 3 + . . . + = ½ n (n + 1) untuk setiap bilangan asli.
2.       Buktikan bahwa semua bilangan berbentuk 7n – 2n dapat dibagi oleh 5 untuk setiap bilangan asli.
3.       Temukan kesalahan dalam pembuktian berikut. Kita ingin membuktikan bahwa an = 1 untuk semua bilangan bulat tak-negatif n bilamana a adalah bilangan riil tidak-nol.
Penyelesaian:
1.      Pernyataan yang akan dibuktikan adalah
1 + 2 + 3 + . . . + = ½ n (n + 1)
(i)       Basis induksi. Dengan demikian, P(1) adalah 1 = ½ .1.(1+1), P(2) = 1 + 2 =½.2.(2+1)  dan seterusnya.
(ii)     Untuk membuktikan pernyataan itu, perhatikan bahwa P(1) adalah benar. Kemudian, misalkan bahwa
1 + 2 + 3 + . . . + = ½ n (n + 1)
adalah benar, dan kita harus membuktikan bahwa P(n+1) adalah benar. Untuk ini, kita tambahkan kedua ruas pernyataan P(n) dengan (+ 1) dan diperoleh
1+ 2 + . . . + + (+ 1) = ½ n (n+1) (n+1)
= ½ [n(n+1)+ 2(n+1)]
= ½ (n2 + 3n + 2)
= ½ (n+1)( n +2)
= ½ (n+1)[( n+1)+1]
Dari sini kita peroleh bahwa Pn+1 adalah benar. Hal ini menunjukkan bahwa pernyataan
1 + 2 + 3 + . . . + = ½ n (n + 1)
adalah benar untuk setiap bilangan asli.
2.      Pernyataan yang akan dibuktikan adalah
P(n) : 7n - 2n dapat dibagi oleh 5
(i)       P(1) adalah benar sebab 71 – 21 = 5. Selanjutnya, kita asumsikan bahwa P(n) adalah benar.
(ii)     Dengan asumsi di atas kita akan menyelidiki kebenaran pernyataan P(n+1) . Untuk itu, kita perhatikan bahwa
7n+1 + 2n+1 = 7.7n – 7.2 n + 7.2n – 2.2n
= 7[7n - 2n]  + 5.2n
= 7(5m) + 5. 2n m є (asumsi P(n) benar)
= 5(7+ 2n )
Karena 7+ 2n bilangan asli, maka dari kesamaan terakhir kita dapat menyimpulkan bahwa 7n+1 +2n+1 dapat dibagi dengan 5. Dengan kata lain, pernyataan Pn+1 adalah benar. Dengan demikian, bilangan berbentuk 7n - 2ndapat dibagi oleh 5 untuk setiap n bilangan asli.
3.      Temukan kesalahan dalam pembuktian berikut. Kita ingin membuktikan bahwa an = 1 untuk semua bilangan bulat tak-negatif n bilamana a adalah bilangan riil tidak-nol. Kita akan membuktikan ini dengan prinsip induksi kuat.
(i) Basis induksi. Untuk n = 0, jelas a0 = 1 adalah benar sesuai definisi a0.
(ii) Langkah induksi. Misalkan pernyataan tersebut benar untuk 0, 1, 2, …, n, yaitu a0 = 1, a1 = 1, a2 = 1, …, an = 1. Kita ingin memperlihatkan bahwa a(n+1) = 1. Untuk menunjukkan hal ini, maka
(dari hipotesis induksi)
= 1
Kesalahan terjadi pada langkah induksi, karena untuk n = 0 kita tidak dapat menghitung
sebab nilai a–1 tidak terdapat dalam hipotesis induksi

Rabu, 06 November 2013

Bahasa Program Visual Basic 2008

Belajar Bahasa Pemrograman

1. Buka Microsoft Visual Studio 2008
2. Klik => Create: Project
3. Ubah Project name dengan Nama anda
4. Maka setelah itu akan muncul sebuah Form1 pada Project kita
5. Kemudian Desain Form tersebut dengan Label, TextBox, ComboBox, dan Button yang dapat kita pilih
    pada properties Toolbox, yang ada di sebelah kiri Form anda
6. Listing program
Public Class Form4
    Private Sub Button1_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnHapus.Click
        Nama.Text = ""
        NPM.Text = ""
        MataKuliah.Text = ""
        NamaDosen.Text = ""
        NilaiKehadiran.Text = ""
        NilaiTugas.Text = ""
        NilaiUTS.Text = ""
        NilaiUAS.Text = ""
        NilaiAkhir.Text = ""
        Jenjang.Text = ""
        Jurusan.Text = ""
        KodeDosen.Text = ""
        KodeMataKuliah.Text = ""
        NIlaiHuruf.Text = ""
        Keterangan.Text = ""
    End Sub
    Private Sub NPM_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NPM.SelectedIndexChanged
        Select Case NPM.Text
            Case "12110574"
                Nama.Text = "Melly Fersi Fera"
                Jenjang.Text = "S1"
                Jurusan.Text = "TI"
            Case "12110741"
                Nama.Text = "Dinda Pratiwi"
                Jenjang.Text = "D3"
                Jurusan.Text = "MI"
            Case "12110695"
                Nama.Text = "Siti Annisa"
                Jenjang.Text = "D3"
                Jurusan.Text = "KA"
            Case "12110927"
                Nama.Text = "Emmy Christina Sihombing"
                Jenjang.Text = "S1"
                Jurusan.Text = "SI"
            Case "1202208"
                Nama.Text = "Lista Septriani Simanjuntak"
                Jenjang.Text = "D3"
                Jurusan.Text = "KA"
        End Select
    End Sub
    Private Sub Form4_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
        Dim i As Integer
        For i = 100 To 1 Step -1
            NilaiKehadiran.Items.Add(i)
        Next
        For i = 100 To 1 Step -1
            NilaiTugas.Items.Add(i)
        Next
        For i = 100 To 1 Step -1
            NilaiUTS.Items.Add(i)
        Next
        For i = 100 To 1 Step -1
            NilaiUAS.Items.Add(i)
        Next i
        NPM.Items.Add("12110574")
        NPM.Items.Add("12110741")
        NPM.Items.Add("12110695")
        NPM.Items.Add("12110927")
        NPM.Items.Add("1202208")
        KodeMataKuliah.Items.Add("123")
        KodeMataKuliah.Items.Add("456")
        KodeMataKuliah.Items.Add("789")
        KodeMataKuliah.Items.Add("012")
        KodeDosen.Items.Add("012")
        KodeDosen.Items.Add("345")
        KodeDosen.Items.Add("678")
        KodeDosen.Items.Add("901")
        NilaiAkhir.Enabled = False
    End Sub
    Private Sub btnKeluar_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnKeluar.Click
        End
    End Sub
    Private Sub btnProses_Click(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles btnProses.Click
        NilaiAkhir.Text = 0.1 * NilaiKehadiran.Text + 0.15 * NilaiTugas.Text + 0.3 * NilaiUTS.Text + 0.45 * NilaiUAS.Text
        Select Case NilaiAkhir.Text
            Case Is >= 80
                NIlaiHuruf.Text = "A"
                Keterangan.Text = "LULUS"
            Case 70 To 79
                NIlaiHuruf.Text = "B"
                Keterangan.Text = "LULUS"
            Case 60 To 69
                NIlaiHuruf.Text = "C"
                Keterangan.Text = "GAGAL"
            Case 50 To 59
                NIlaiHuruf.Text = "D"
                Keterangan.Text = "GAGAL"
            Case Is <= 49
                NIlaiHuruf.Text = "E"
                Keterangan.Text = "GAGAL"
        End Select
        NilaiAkhir.Enabled = False
    End Sub
    Private Sub KodeMataKuliah_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KodeMataKuliah.SelectedIndexChanged
        Select Case KodeMataKuliah.Text
            Case "123"
                MataKuliah.Text = "VB"
            Case "456"
                MataKuliah.Text = "Matriks"
            Case "789"
                MataKuliah.Text = "Struktur Data"
            Case "012"
                MataKuliah.Text = "SIMBAD"
        End Select
        NilaiAkhir.Enabled = False
    End Sub
    Private Sub KodeDosen_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles KodeDosen.SelectedIndexChanged
        Select Case KodeDosen.Text
            Case "012"
                NamaDosen.Text = "Mesran"
            Case "345"
                NamaDosen.Text = "Kennedi Tampubolon"
            Case "678"
                NamaDosen.Text = "Alex Rikki S."
            Case "901"
                NamaDosen.Text = "Rivalry K. Hondro"
        End Select
    End Sub
    Private Sub NilaiKehadiran_SelectedIndexChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NilaiKehadiran.SelectedIndexChanged
        
    End Sub
    Private Sub NilaiAkhir_TextChanged(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles NilaiAkhir.TextChanged
        
    End Sub
End Class